Senin, 23 November 2015

PROTOTIPE BONGDA (BONGKAR TEMBOK UNTUK JENDELA)


Pembuatan prototype menjadi penentu pembuatan alat dalam bentuk massal, jika prototype tersebut creative—belum pernah ada sebelumnya dan sangat bermanfaat fungsinya. Dengan membawa permasalahan yang ada di lingkungan sekitar, maka digambarkan  model prototype alat tersebut. Seperti permasalahan pada pembuatan jendela bangunan rumah. Pada penyusunan dinding-dinding rumah berbahan dasar batu-bata merah atau batu-bata putih, sebagai konstruksi bangunan ketika lupa untuk memasang persegi sebagai tempat jendela.
Konstruksi bangunan akan sangat dimudahkan jika ada prototype alat yang dapat membuat bongkaran berbentuk persegi pada dinding-dinding yang sudah terpasang rapi. Tanpa membutuhkan waktu yang lama dan tenaga untuk membongkar dan memasang kembali batu-bata yang sudah menjadi dinding, atau kemudahan pada posisi dinding lantai 2 bangunan. Mengantisipasi bentuk serpihan atau pecahan batu-bata akibat bongkaran tersebut jatuh dan berserakan.
Deskriptif pada prototype alat ini dapat memotong dinding membentuk persegi dengan rapi, sesuai sudut 90 derajat pada setiap sikunya, dan tidak mengotori bagian di sekitar bangunan yang sudah rapi. Jika digambaran lagi, maka bentuk prototype ini sama dengan alat klip pada kertas yang dapat melubangi kertas secara praktis, rapi, dan kotoran atau sisa kertas dapat tertampung rapi. Keluhan yang dialami konstruksi bangunan dan juga pemilik bangunan adalah sampah atau kotoran berupa batu-batu yang tertimbun menyebabkan permukaan tanah menjadi bertambah tinggi. Kondisi ini biasanya terjadi pada bongkar pasang rumah yang lahannya sempit.
by: Septian Anugraditya 

Rabu, 18 November 2015

usia madya: penyesuaian pekerjaan dan keluarga



BAB xii
USIA MADYA: PENYESUAIAN PEKERJAAN DAN KELUARGA

Penyesuaian diri yang berpusat di sekitar pekerjaan dan keluarga lebih sulit pada usia madya daripada penyesuaian pribadi dan sosial di usia sebelumnya. Membangun dan mempertahankan suatu standart hidup yang menyenangkan menjadi semakin sulit. Perubahan pola keluarga, untuk berperan sebagai penasehat anak-anak yang hampir dewasa. Menemukan kesulitan berhubungan dengan pasangannya sebagai pribadi. Jauh universal masalah membujang, menduda, perceraian mengganggu usia madya. Usia madya penyesuaian yang paling sulit adalah penyesuaian merawat orang tua. Masalah berhubungan dengan penyesuaian pekerjaan semakin meningkat. Tambahan terhadap masalah penyesuaian, mereka yang berusia madya terhadap masa tua dihadapkan dengan masalah baru.
Penyesuaian pekerjaan:
Orang hidup, sampai usia madya hanya sedikit yang tetap bekerja. Pola kerja dan kondisi yang ada terjadi lebih lambat.
  1. Perbedaan jenis kelamin;
Semakin bertambahnya jumlah wanita yang memasuki dunia kerja, pengalaman menyesuaikan diri dengan pekerjaannya sama dengan yang dialami pria. Peran penyesuaian yang dialami wanita saat dia harus bekerja diluar rumah dan mengurus anak. Peran pria saat dia tidak bekerja dan hanya bekerja dirumah mengasuh anak.

  1. Ambang pensiun dan lanjut usia
Pada orang dewasa lanjut yang menjalani masa pensiun dikatakan memiliki penyesuaian diri paling baik adalah lanjut usia yang sehat, memiliki pendapatan yang layak, aktif, berpendidikan baik, memiliki sosial luas diantaranya teman dan keluarga, bisa merasa puas dengan kehidupannya sebelum pensiun.
  1. Penilaian penyesuaian pekerjaan
1.      Prestasi
2.      Kepuasan kerja
Penyesuaian keluarga:
Penyesuan terhadap keluarga di usia madya sangat kompleks, individu pada usia madya akan menghadapi keluarga yang semakin dewasa dan semakin banyak jumlah.
  1. Penyesuaian perubahan peran
Pada usia madya perubahan peran yang dialami adalah masa transisi dari orang tua yang mengasuh anak sebelumnya menjadi lepas setelah anak mereka dewasa dan mempunyai anak.
  1. Penyesuaian diri dengan pasangan
  2. Penyesuaian sexual
  3. Penyesuaian terhadap pihak keluarga pasangan
  4. Masa kakek dan nenek
Penyesuaian diri sendiri:
Penyesuaian terhadap diri sendiri pada usia madya, merawat diri sendiri dan beberapa spesifikasi yang harus dialami pada usia madya secara mandiri.
  1. Pria-wanita lajang
  2. Hilangnya pasangan karena cerai
  3. Hilangnya pasangan karena kematian
  4. Kembali menikah (menjalin hubungan dengan pasangan baru)
Bahaya-bahaya pekerjaan dan perkawinan di usia madya juga dapat ditemui. Bahkan individu pada usia madya yang belum memahami dirinya sebagai individu madya
Bahaya pekerjaan dan perkawinan usia madya
Pekerjaan:
  1. Cita-cita awal gagal
Setiap individu pada usianya memiliki cita-cita yang ingin dicapai di masa depan, bahkan pada usia madya individu masih berpotensi untuk memiliki cita-cita.
Mandiri kreativitas:
  1. Kebosanan;
  2. Keagungan; dan
  3. Perasaan terperangkap.
Perkawinan;
  1. Perubahan peran;
  2. Kebosanan;
  3. Oposisi perkawinan anak;
  4. Hubungan memuaskan-tidak memuaskan (penyesuaian sexual);
  5. Merawat orang tua usia lanjut; dan
  6. Hilangnya pasangan.
Diri sendiri:
  1. Prestasi; dan
  2. Tingkat emosional.  
Pustaka: (Hurlock, 1998) edisi kelima

Senin, 16 November 2015

BOSS SEBAL



Setiap hari terus berganti, semua hanya terlewatkan. Ketika perayaan besar yang dahulu dikenang akan dilupakan hanya hitungan hari dan hilang dari memori ingatan. Pertanyaan-pertanyaan diberikan untuk mengingat kembali, tetapi dengan hasil yang mengecewakan mereka menghapus semua ingatan itu. Kepala terbakar, otak yang sudah semakin panas, beberapa tulisan bagus diciptakan otak yang berasap.
            Kenangan hari, tanggal, jam, dan tahun pada buku yang dicatat harian, seperti buku harian yang sedikit berbeda. Ketika semua sudah didepan mata, hanya mengulurkan tangan akan mendapatkan semua yang diinginkan, tetapi kepentingan-kepentingan menghantui memilih untuk mengabaikan semuanya atau memindahkan pola berfikir. Sehingga semua ingatan itu menghilang. Semua jalan itu tidak akan terus membaik, tetapi juga memburuk. Mereka berkata seperti itu karena merasakan, tetapi tidak sebanding dengan mereka-mereka yang lain. Jenis burung yang berbeda-beda, itulah mereka.
            Hari terus berganti, bumi berputar, dan memulai dari hari senin sampai minggu. Tokoh-tokoh di dunia jatuh pada hari yang berbeda-beda sebelum mereka menjadi sukses dan nama mereka diabadikan pada perayaan di hari-hari tertentu. Catatan mereka akan dibaca dan diteliti.


Selasa, 03 November 2015

Pemusnahan Budaya Carok Madura 2016


Pemusnahan Budaya Carok Madura 2016
Septian Anugraditya, Yoga Firmansyah, dan Muhammad Kamil Syarif
ABSTRAK
          Budaya seharusnya dapat dinikmati banyak orang. Budaya dilestarikan sebagai ciri khas daerah. Budaya karapan sapi adalah budaya khas Madura, karena dapat dinikmati banyak orang, sebagai perlombaan kereta sapi dan melestarikan teknik tradisional pengolahan tanah atau pembajak tanah dalam bahasa Indonesia. Memiliki agenda tahunan setiap perayaan karapan sapi. Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), budaya harus diperkenalkan, cara melestarikan budaya. Banyaknya penduduk luar negri khususnya Asean (Asia Tenggara) yang akan berkunjung dan menetap di Indonesia, untuk mengembangkan perekonomian.
          Pemusnahan budaya carok Madura, menjadi catatan penting sejarah saat menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) 2015. Memiliki ciri khas, memiliki keterampilan khusus, tetapi merugikan orang lain. Sebuah percobaan pertama tahun 2016 tentang pemusnahan budaya carok dengan membumihanguskan buku-buku tentang teknik-teknik carok dan menembak mati pelaku carok di tempat tersembunyi dan tempat umum. Melihat respon masyarakat Madura tentang pemusnahan budaya mereka. Satu budaya musnah dan hilang. Bukan budaya yang baik diperkenalkan penduduk Asia Tenggara, karena bentuk dari budaya carok itu sendiri.
          Pergerakan aksi demonstrasi pertama yang mengangkat penghapusan budaya carok. Aksi kritis yang berbahaya bagi identitas satu daerah, karena akan menghilang. Budaya carok bukan budaya, tetapi aksi kekerasan, yang didasarkan pada rasa iri bentuk kemarahan. Setiap individu melakukan carok dianggap seperti ilmu bela diri khas dengan senjata tajam, tetapi bagaimana setiap individu menjelaskan kasus pembunuhan senjata tajam di tempat umum. Dipertontonkan dengan jatuhnya korban jiwa. Seperti perkelahian dan tidak ada yang bisa menghentikan perkelahian itu, karena terikat dengan adanya perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya atas nama keadilan. Semua yang terjadi diadili didalamnya, didalam budaya carok.

Kata kunci: pemusnahan, budaya carok, demonstrasi