Pembuatan
prototype menjadi penentu pembuatan alat dalam bentuk massal, jika prototype
tersebut creative—belum pernah ada sebelumnya dan sangat bermanfaat fungsinya.
Dengan membawa permasalahan yang ada di lingkungan sekitar, maka
digambarkan model prototype alat
tersebut. Seperti permasalahan pada pembuatan jendela bangunan rumah. Pada penyusunan
dinding-dinding rumah berbahan dasar batu-bata merah atau batu-bata putih,
sebagai konstruksi bangunan ketika lupa untuk memasang persegi sebagai tempat
jendela.
Konstruksi
bangunan akan sangat dimudahkan jika ada prototype alat yang dapat membuat bongkaran
berbentuk persegi pada dinding-dinding yang sudah terpasang rapi. Tanpa
membutuhkan waktu yang lama dan tenaga untuk membongkar dan memasang kembali
batu-bata yang sudah menjadi dinding, atau kemudahan pada posisi dinding lantai
2 bangunan. Mengantisipasi bentuk serpihan atau pecahan batu-bata akibat
bongkaran tersebut jatuh dan berserakan.
Deskriptif
pada prototype alat ini dapat memotong dinding membentuk persegi dengan rapi,
sesuai sudut 90 derajat pada setiap sikunya, dan tidak mengotori bagian di
sekitar bangunan yang sudah rapi. Jika digambaran lagi, maka bentuk prototype
ini sama dengan alat klip pada kertas yang dapat melubangi kertas secara
praktis, rapi, dan kotoran atau sisa kertas dapat tertampung rapi. Keluhan yang
dialami konstruksi bangunan dan juga pemilik bangunan adalah sampah atau
kotoran berupa batu-batu yang tertimbun menyebabkan permukaan tanah menjadi
bertambah tinggi. Kondisi ini biasanya terjadi pada bongkar pasang rumah yang
lahannya sempit.
by: Septian Anugraditya
by: Septian Anugraditya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar