Pemusnahan
Budaya Carok Madura 2016
Septian
Anugraditya, Yoga Firmansyah, dan Muhammad Kamil Syarif
ABSTRAK
Budaya seharusnya dapat dinikmati
banyak orang. Budaya dilestarikan sebagai ciri khas daerah. Budaya karapan sapi
adalah budaya khas Madura, karena dapat dinikmati banyak orang, sebagai
perlombaan kereta sapi dan melestarikan teknik tradisional pengolahan tanah atau pembajak tanah dalam bahasa Indonesia. Memiliki agenda tahunan setiap
perayaan karapan sapi. Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), budaya harus
diperkenalkan, cara melestarikan budaya. Banyaknya penduduk luar negri
khususnya Asean (Asia Tenggara) yang akan berkunjung dan menetap di Indonesia,
untuk mengembangkan perekonomian.
Pemusnahan budaya carok Madura,
menjadi catatan penting sejarah saat menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)
2015. Memiliki ciri khas, memiliki keterampilan khusus, tetapi merugikan orang
lain. Sebuah percobaan pertama tahun 2016 tentang pemusnahan budaya carok dengan
membumihanguskan buku-buku tentang teknik-teknik carok dan menembak mati pelaku
carok di tempat tersembunyi dan tempat umum. Melihat respon masyarakat Madura
tentang pemusnahan budaya mereka. Satu budaya musnah dan hilang. Bukan budaya
yang baik diperkenalkan penduduk Asia Tenggara, karena bentuk dari budaya carok
itu sendiri.
Pergerakan aksi demonstrasi pertama
yang mengangkat penghapusan budaya carok. Aksi kritis yang berbahaya bagi
identitas satu daerah, karena akan menghilang. Budaya carok bukan budaya,
tetapi aksi kekerasan, yang didasarkan pada rasa iri bentuk kemarahan. Setiap individu
melakukan carok dianggap seperti ilmu bela diri khas dengan senjata tajam,
tetapi bagaimana setiap individu menjelaskan kasus pembunuhan senjata tajam di
tempat umum. Dipertontonkan dengan jatuhnya korban jiwa. Seperti perkelahian
dan tidak ada yang bisa menghentikan perkelahian itu, karena terikat dengan adanya perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya atas nama
keadilan. Semua yang terjadi diadili didalamnya, didalam budaya carok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar